PENGANTAR BISNIS INFORMATIKA
1.
PT ASTRA INTERNASIONAL Tbk
Astra
International merupakan
perusahaan multinasional yang memproduksi otomotif yang bermarkas di Jakarta,
Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1957 dengan nama PT Astra International
Incorporated. Pada tahun 1990, perseroan mengubah namanya menjadi PT Astra
International Tbk. Perusahaan ini telah tercatat di Bursa Efek Jakarta sejak
tanggal 4 April 1990. Saat ini mayoritas kepemilikan sahamnya dimiliki oleh
Jardine Matheson 50,1%.
Perseroan
berdomisili di Jakarta, Indonesia, dengan kantor pusat di JI. Gaya Motor Raya
No. 8, Sunter II, Jakarta. Ruang lingkup kegiatan Perseroan seperti yang
tertuang dalam anggaran dasarnya adalah perdagangan umum, perindustrian, jasa
pertambangan, pengangkutan, pertanian, pembangunan dan jasa konsultasi. Ruang
lingkup kegiatan utama entitas anak meliputi perakitan dan penyaluran mobil,
sepeda motor dengan suku cadangnya, penjualan dan penyewaan alat berat,
pertambangan dan jasa terkait, pengembangan perkebunan, jasa keuangan,
infrastruktur dan teknologi informasi.
Divisi Usaha dan Anak Perusahaan
Otomotif
- PT Toyota Astra Motor (Toyota dan Lexus)
- PT Astra International Tbk - Toyota Sales Operation (Auto 2000)
- PT Astra International Tbk - Daihatsu Sales Operation (Astra International Daihatsu)
- PT Astra Daihatsu Motor (Daihatsu)
- PT Isuzu Astra Motor Indonesia (Isuzu)
- PT Astra International Tbk - Isuzu Sales Operation (Astra Isuzu)
- PT Astra International Tbk - UD Trucks Sales Operation
- PT Tjahja Sakti Motor (BMW dan Peugeot)
- PT Astra Honda Motor (Honda)
- PT Astra Otoparts Tbk
Agro
industri
Pelayanan
Finansial
- PT Astra Credit Company (ACC)
- PT Toyota Astra Financial Services
- PT Asuransi Astra Buana (Garda Oto)
- PT Federal International Finance (FIFGroup)
- PT Surya Artha Nusantara Finance
- PT Bank Permata
- PT Astra Aviva Life (Astra Life)
Alat-alat
Berat
- PT United Tractors Tbk (Scania)
- PT Traktor Nusantara
- PT Pamapersada Nusantara
- PT Kalimantan Prima Persada
Teknologi
Informasi
Infrastruktur
- PT Acset Indonusa Tbk
- PT Astratel Nusantara
- PT Intertel Nusaperdana
- PT Serasi Autoraya
Properti
- PT Menara Astra
- PT Brahmayasa Bahtera
- PT Samadista Karya
- PT Astra Land Indonesia
- PT Astra Modern Land Indonesia
2.
KFC
KFC (dulu dikenal dengan nama Kentucky
Fried Chicken) adalah suatu merek dagang
waralaba
dari Yum! Brands,
Inc., yang bermarkas di Louisville, Kentucky, Amerika
Serikat. Didirikan oleh Col. Harland
Sanders, KFC dikenal terutama karena ayam
gorengnya, yang biasa disajikan dalam "timba" (bucket)
dari kertas karton.
Col. Sanders mulai menjual ayam gorengnya pada
tahun 1939
di restoran miliknya pada tepi jalan di Corbin, Kentucky
yang selanjutnya pindah ke sebuah motel. Ia menutup usahanya pada akhir 1940-an
sewaktu jalan tol Interstate melalui kotanya. Pada awal 1950-an,
ia mulai berkeliling Amerika Serikat dan bertemu dengan Pete Harman di Salt Lake City, Utah, dan pada tahun 1952 bersama-sama
mendirikan restoran Kentucky Fried Chicken yang pertama di dunia (restoran
pertamanya tidak menggunakan nama tersebut). Sanders menjual seluruh waralaba KFC
pada tahun 1964
senilai 2 juta USD, yang sejak itu telah dijual kembali sebanyak tiga kali.
Pemilik terakhir adalah PepsiCo, yang menggabungkannya ke dalam divisi perusahaan
Tricon Global Restaurants yang sekarang dikenal sebagai Yum! Brands,
Inc. Pada tahun 1997,
Tricon terpisah dari PepsiCo.
Di Indonesia,
pemegang hak waralaba tunggal KFC adalah PT. Fastfood Indonesia, Tbk (IDX: FAST)
yang didirikan oleh Kelompok Usaha Gelael pada tahun 1978, dan terdaftar
sebagai perusahaan publik sejak tahun 1994. Restoran KFC
pertama di Indonesia dibuka pada bulan Oktober 1979 di Jalan Melawai, Jakarta.
3.
BRI (Bank
Rakyat Indonesia)
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero), Tbk (BRI atau Bank BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang
terbesar di Indonesia.
Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto,
Jawa Tengah
oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De
Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden[1]
atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu
lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi)[butuh rujukan].
Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember
1895, yang kemudian
dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.
Sejarah Bank BRI
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah
salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank
Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria
Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche
Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi
Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang
berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember
1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.
Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan
Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah
sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang
mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk
sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada
tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada
waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan
Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan
Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden
(Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan
nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.
Setelah berjalan selama satu bulan, keluar
Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank
Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi,
Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia
unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II
bidang Ekspor Impor (Exim).
Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967
tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968
tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank
Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular
dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat
Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan
Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI
sebagai bank umum.
Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang
Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status
BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di
tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia
memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik
dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih
digunakan sampai dengan saat ini.
Daftar Simpanan Tabungan Bank BRI
- BRI Simpedes
- Tabungan Britama
- Britama Bisnis
- Tabungan BRI Britama Edisi Anak Muda
- Simpedes TKI
- Tabungan BRI Simpel (Simpanan Pelajar)
- Tabungan Haji
- Britama Rencana
- Britama Valas
- Tabungan BRI Junio
Pemegang Saham
- Pemerintah Republik Indonesia: 56,75%
- Publik : 43,25%
Anak Perusahaan
- Bank BRI Syariah
- Bank BRI Agroniaga
- BRI Life

Komentar
Posting Komentar